Ketua APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Kota Yogyakarta Isi Pembekalan PKL bagi Mahasiswa HKI

Kaprodi, Ketua APRI Kota Yogyakarta dan Moderator
Program Studi Hukum Keluarag Islam Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kaljaga Yogyakarta kembali adakan pembekalan PKL (Praktik Kerja Lapangan) di wilayah kerja Kantor Urusan Agama. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang teatrikal FSHpada Jumat, 24 Februari 2023. Hadir dalam kesempatan ini Yasin Baidi, S.Ag., M.Ag.selaku Ketua Program Studi dan Dr. Siti Muna Hayati, M.H.I. selaku Sekretaris Program Studi sekaligus membuka acara dan pengaharan kepada seluruh peserta PKL. Dalam sambutannya, disampaikan bahwaPKL kali ini diselenggarakan di 4 (empat) KUA di Kota Yogyakarta dan peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan masing-masing didampingi dosen pembimbing lapangan. Harapannya, program PKL ini mampu memberikan tambahan wawasan keilmuan dan pengalaman selama mahasiswa belajar di KUA, imbuhnya.
Acara dilanjutkan dengan pembekalan PKL yang dipimpin oleh moderator Taufiqurohman, M.H. selaku dosen muda prodi HKI serta pembicara oleh Ghufron Su’udi, S.Ag. beliau adalah ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) wilayah Yogyakarta sekaligus penghulu diKUA Tegalrejo Yogyakarta. Acara pembekalan dan diskusi berlangsung cukup menarik dengan tingginya antusias peserta dalam mengikuti secara seksama melalui pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.
Ghufron Su’udi, S.Ag.menyampaikan beberapa poin penting sebagai pengantar bagi peserta sebelum terjun praktik di KUA;
-
Sesuai PMA 34 Tahun 2016 tugas dan fungsi pokok KUA kurang lebih ada 9-10 butir di antaranya melakukan pelaksanaan, pengawasan, pencatatan, dan pelaporan pernikahan. Hal ini menjadikan KUA sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan dan menjawab persoalan keumatan.
-
Proram revitaisasi KUA sebagaimana yang dicanangkan Menteri Agama, merupakan jawaban bahwa KUA merupakanproblem solvingdi tengah dinamisnya hal-hal teknis yang terjadi di tengah masyarakat
-
Saat ini sistem KUA, meminjam istilah UIN yakni ‘terintegrasi’nya segala sistem pencatatan dan pengadmistrasian. Sehingga semua data dan sistem kerja telah terpadu dan saling berkaitan.
-
Terakhir, sekaligus pesan bagi seluruh peserta PKL bahwa KUA, dalam hal ini penghulu tidak hanya mengurusi soal admisntrasi saja, namun juga harus belajar dan ahli dalam hal non administratif seperti komunikasi, emosi,publik speakingdanleadership.
Di akhir acara¸moderator mengajak kepada peserta agar berperan aktif dalam kesempatan yang langka ini untuk belajar seluas-luasnya segala sesuatu tentang KUA mulai dari pencatatan pernikahan, zakat, wakaf, haji, kemasjidan, hingga UPZ sehingga kelak jika telah terjun ke masyarakat bisa mengambil pengalaman-pengamalan untuk kemudian diamalkan dan dipraktikkan.