Moderasi Beragama: Peran Keluarga dalam Mewujudkan Harmoni Sosial

Moderasi beragama menjadi topik penting dalam menjaga stabilitas sosial di negara multikultural seperti Indonesia. Di tengah perbedaan keyakinan dan pandangan keagamaan, konsep ini hadir sebagai jalan tengah untuk menghindari ekstremisme, baik dalam bentuk fanatisme berlebihan maupun liberalisme yang mengabaikan nilai-nilai agama.

Moderasi beragama juga dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, yang menjadi fondasi pertama dalam pembentukan sikap dan nilai bagi setiap individu. Keluarga, sebagai unit sosial terkecil, memainkan peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada anak-anak sejak usia dini. Di dalam keluarga yang mengutamakan moderasi, anggota keluarga diajarkan untuk beragama dengan sikap terbuka, seimbang, dan menghargai perbedaan, baik dalam keyakinan maupun praktik beribadah.

Prof. Dr. Quraish Shihab, menilai moderasi sebagai sikap beragama yang tidak berlebihan dan berpegang pada jalan tengah. Keluarga yang menanamkan prinsip moderasi beragama cenderung mendorong anggota-anggotanya untuk tidak fanatik atau ekstrem dalam keyakinan mereka. Dengan pemahaman ini, anggota keluarga belajar untuk menghormati perbedaan dan lebih mudah menjalin hubungan sosial yang harmonis dengan orang-orang dari latar belakang agama yang berbeda.

Keluarga dapat memainkan peran kunci dalam mencegah intoleransi dengan mengedepankan dialog dan mengajarkan anak-anak pentingnya menghormati keyakinan orang lain. Pendidikan agama dalam keluarga, yang mengedepankan prinsip moderasi, akan membantu anak-anak memahami bahwa agama mereka mengajarkan kebaikan, penghormatan terhadap sesama, dan kerukunan. Seperti yang ditegaskan oleh Gus Mus, moderasi juga merupakan wujud cinta terhadap sesama manusia.

Penerapan moderasi beragama dalam keluarga juga bisa diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya, orang tua dapat mengajarkan anak untuk tidak mencela keyakinan atau ibadah orang lain, memperkenalkan keberagaman agama di lingkungan mereka, dan mengajarkan nilai-nilai keadilan serta kasih sayang universal. Dengan demikian, anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa meskipun memiliki keyakinan yang berbeda, mereka tetap bisa hidup berdampingan secara damai.

Keluarga yang mempraktikkan moderasi beragama menjadi modal penting dalam membentuk masyarakat yang menghargai perbedaan. Dalam jangka panjang, hal ini berkontribusi pada terwujudnya harmoni sosial dan ketahanan masyarakat di negara multikultural seperti Indonesia.

Oleh Taufiqurohman, M.H. (Dosen Hukum Keluarga Islam-Peserta PKDP 2024 UIN Sunan Kalijaga)

Liputan Terkait

Liputan Terpopuler