Akhir Tahun, Awal Harapan: Waktunya Merenung dan Bersiap
Tak terasa, kita kini berada di penghujung tahun 2024. Dalam hitungan hari, kita akan memasuki tahun baru 2025. Seperti biasa, banyak dari kita mulai menyusun resolusi—daftar harapan dan target untuk setahun mendatang. Namun, pengalaman masa lalu, khususnya selama pandemi yang melanda dunia, mengingatkan kita bahwa sebaik apa pun rencana yang dibuat, hanya Allah yang menentukan hasil akhirnya.
Ada sebuah ayat Al-Qur'an yang sangat relevan untuk direnungkan dalam menyusun resolusi tahun baru, yakni surah At-Taubah ayat 126:
“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?”
Menurut tafsir At-Thabari, ayat ini merupakan peringatan bagi orang-orang munafik yang terus-menerus diuji oleh Allah, namun tetap enggan untuk bertobat dan mengambil hikmah dari ujian tersebut. Fitnah yang disebutkan dalam ayat ini dapat berupa berbagai musibah, termasuk krisis ekonomi atau bencana alam, yang sejatinya dimaksudkan Allah sebagai peringatan agar manusia kembali kepada-Nya tanpa kemunafikan.
Meskipun ayat ini awalnya ditujukan kepada orang-orang munafik, hikmahnya tetap relevan bagi siapa saja yang menghadapi cobaan hidup. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia adalah salah satu contoh ujian kolektif dari Allah, yang dampaknya dirasakan oleh seluruh umat manusia. Ujian ini menjadi momen introspeksi diri—apakah kita sudah cukup bersyukur? Apakah kita telah memanfaatkan waktu dengan maksimal? Pandemi ini, bisa jadi, adalah jeda untuk memperbaiki diri sebelum melangkah lebih jauh.
Langkah Awal: Muhasabah dan Refleksi Diri
Dalam menyusun resolusi untuk tahun baru, langkah pertama yang harus dilakukan adalah muhasabah diri. Evaluasi apa saja yang telah dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki. Hal ini sejalan dengan surah Al-Hasyr ayat 18:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini mengingatkan kita untuk mempersiapkan amal untuk hari esok, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat. Menurut Quraish Shihab dalamTafsir Al-Misbah, "hari esok" dapat dimaknai sebagai akhirat, namun juga relevan untuk perencanaan kehidupan duniawi. Dengan kata lain, resolusi kita sebaiknya mencakup target dunia dan akhirat, seperti rencana ibadah, sedekah, dan aktivitas lain yang bermanfaat.
Melibatkan Allah dalam Setiap Rencana
Setelah introspeksi dan perencanaan selesai, langkah terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah melibatkan Allah dalam setiap rencana kita. Mintalah kepada-Nya agar setiap upaya dan harapan kita diridhoi dan dimudahkan. Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 60:
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa lagi yang dapat menolong kamu selain Dia? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”
Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang menjadi penolong sejati. Rencana apa pun yang kita buat, jika Allah meridhoi, akan menjadi mudah. Jika terjadi halangan, Allah pasti menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik dan indah. Memasuki tahun baru, marilah kita memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ketakwaan, introspeksi diri, dan merancang resolusi yang seimbang antara dunia dan akhirat. Dengan melibatkan Allah dalam setiap langkah, insyaAllah, perjalanan kita akan diberi kemudahan dan keberkahan.
Wallahu a’lam.